Acuh atas Kekurangan Diri

بسم الله الرحمن الرحيم

🔹 Abdullah Ibnul Mubarak rahimahullah (118 – 181H) berkata,

من أعظم المصائب للرجل أن يعلم من نفسه تقصيرا و لا يبالي و لا يحزن عليه

“Termasuk musibah paling besar yang menimpa seseorang adalah, ia tahu adanya kekurangan pada dirinya namun ia tiada perduli dan tidak pula sedih karenanya”.

📚 Al Baihaqi. Syu’abul Iman 867

Sebab Seseorang Berbuat Dzalim

بسم الله الرحمن الرحيم

🔹 Ibnul Jauzi rahimahullah mengatakan,

وإنما ينشأ الظلم من ظلمة القلب ، ولو استنار بنور الهدى لنظر في العواقب

. Kezaliman muncul disebabkan hati yang gelap.
. Sebab seandainya hati mendapatkan cahaya dari sinar hidayah, tentulah ia akan berfikir apa akibat dari tindakannya.”

📚 Ibnu Jauzi. Kasyful Musykil, II/560

Orang Hina dan Orang Paling Hina

بسم الله الرحمن الرحيم

🔹Rabi’ah al-Ra’yi bertanya kepada Imam Malik radhiyallahu’anhu (93-179 H)

“يَا مَالِكُ مَنِ السَّفَلَةُ ؟ قَالَ : قُلْتُ : ” مَنْ أَكَلَ بِدِينِهِ ” قَالَ : فَمَنْ سَفَلَةُ السَّفَلَةِ ؟ قَالَ : ” مَنْ أَصْلَحَ دُنْيَا غَيْرِهِ بِفَسَادِ دِينِهِ”

“Wahai Malik, siapakah orang yang hina itu?”
“Orang yang mencari makan dengan agamanya.”

“Lalu siapakah orang yang paling hina?”.
“Orang yang membereskan kepentingan dunia orang lain dengan cara merusak agamanya.”

📚 Ibnu Muqri. Mu’jam Ibn Muqri’

PENENTUAN IDUL ADHA WAJIB BERDASARKAN RUKYATUL HILAL PENDUDUK MAKKAH

Oleh : Muhammad Shiddiq Al-Jawi

“Para ulama mujtahidin telah berbeda pendapat dalam hal mengamalkan satu ru’yat yang sama untuk Idul Fitri. Madzhab Syafi’i menganut ru’yat lokal, yaitu mereka mengamalkan ru’yat masing-masing negeri. Sementara madzhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali menganut ru’yat global, yakni mengamalkan ru’yat yang sama untuk seluruh kaum Muslim. Artinya, jika ru’yat telah terjadi di suatu bagian bumi, maka ru’yat itu berlaku untuk seluruh kaum Muslim sedunia, meskipun mereka sendiri tidak dapat meru’yat.

Namun, khilafiyah semacam itu tidak ada dalam penentuan Idul Adha. Sesungguhnya ulama seluruh madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali) telah sepakat mengamalkan ru’yat yang sama untuk Idul Adha. Ru’yat yang dimaksud, adalah ru’yatul hilal (pengamatan bulan sabit) untuk menetapkan awal bulan Dzulhijjah, yang dilakukan oleh penduduk Makkah. Ru’yat ini berlaku untuk seluruh dunia.Karena itu, kaum Muslim dalam sejarahnya senantiasa beridul Adha pada hari yang sama. Fakta ini diriwayatkan secara mutawatir (oleh orang banyak pihak yang mustahil sepakat bohong) bahkan sejak masa kenabian, dilanjutkan pada masa Khulafa’ ar-Rasyidin, Umawiyin, Abbasiyin, Utsmaniyin, hingga masa kita sekarang. Continue reading “PENENTUAN IDUL ADHA WAJIB BERDASARKAN RUKYATUL HILAL PENDUDUK MAKKAH”