Keutamaan Jihad

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ صَبَّاحٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَابِقٍ حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ مِغْوَلٍ قَالَ سَمِعْتُ الْوَلِيدَ بْنَ الْعَيْزَارِ ذَكَرَ عَنْ أَبِي عَمْرٍو الشَّيْبَانِيِّ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى مِيقَاتِهَا قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَسَكَتُّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَوْ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي

Telah bercerita kepada kami Al Hasan bin Shobbah telah bercerita kepada kami Muhammad bin Sabiq telah bercerita kepada kami Malik bin Mighwal berkata; aku mendengar Al Walid bin Al ‘Ayzar menyebutkan dari Abu ‘Amru Asy Syaibaniy berkata ‘Abdullah bin Mas’ud radliallahu ‘anhu berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, aku katakan: “Wahai Rasulullah, amal apakah yang paling utama?” Beliau menjawab: “Sholat pada waktunya”. Kemudian aku tanyakan lagi: ” Kemudian apa?” Beliau menjawab: “Kemudian berbakti kepada kedua orang tua”. Lalu aku tanyakan lagi: “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab: “Jihad di jalan Allah”. Maka aku berhenti menyakannya lagi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Seandainya aku tambah terus pertanyaan, Beliau pasti akan menambah jawabannya kepadaku”. (Hadits Shahih Al-Bukhari No. 2574)

Teruslah Berdoa untuk Bertemu

Pertemuan dengan bulan Ramadhan adalah kerinduan setiap orang yang beriman.

Hal demikian dikarenakan kekhususan dan keutamaan yang ada di bulan ini tidak ditemukan di bulan-bulan lainnya, diantaranya :

1. Pintu-pintu surga dibuka.

2.. Pintu-pintu neraka ditutup.

3. Para setan dibelenggu, artinya dilemahkan kekuatannya selama bulan Ramadhan.

4. Pada setiap malam Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari api neraka.

5. Bulan Ramadhan dimuliakan dengan diturunkan Al Qur’an dibulan ini.

6. Anjuran melaksanakan shalat taraweh setiap malamnya.

7. Umroh dibulan ini senilai dengan haji, bahkan didalam suatu riwayat disebutkan bagai haji bersama Rasulullah shalallah alaihi wa sallam.

8. Setiap muslim yang berdoa akan dikabulkan Allah, baik di waktu siang maupun malam.

9. Pada sepuluh malam terakhir terdapat Lailatul Al Qodr, satu malam yang lebih baik dari seribu bulan.

10. Siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan lalu melanjutkannya dengan puasa 6 hari di bulan Syawal maka senilai dengan puasa setahun lamanya.

Sungguh sebuah kerugian bagi yang tidak mendapatkan kebaikan didalamnya, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam :
مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ وَلاَ يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلاَّ مَحْرُومٌ

“Siapa saja yang terhalangi darinya, sungguh ia telah terhalangi dari semua kebaikan. Dan tidak ada yang terhalangi (darinya), kecuali mahrum (yang memang terhalangi dari kebaikan).” (HR. Ibnu Majah).

Beberapa hari menjelang Ramadhan ini adalah rahasia Allah Ta’ala. Hanya Dia Subahanahu yang mengetahui apakah setiap kita bisa menemui bulan barokah ini ataukah tidak. Untuk itu teruslah meminta, berdoa kepada-Nya dengan tulus (benar) agar dipertemukan dengannya.

اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا ”
“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.”.

Amin yaa ROBB.

Semoga Bermanfaat. (usp)
26 Sya’ban 1443 H.

Kecerdasan Buatan Dan Sunnahtullah

Oleh: Sri Suryo Sukoraharjo

Kecerdasan Buatan (bahasa Inggris: Artificial Intelligence atau AI) didefinisikan sebagai kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas buatan. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika.

Hukum sunnatullah atau kausalitas (sebab akibat) pada dasarnya telah muncul seumur dengan peradaban manusia, bahkan seusia dengan alam ini dan realitas eksistensi itu sendiri. Manusia sebagai makhluk yang berakal berupaya mencari sebab-sebab dari setiap kejadian. Dengan mengetahui sebabnya berarti memahami akar dan sumber akibat atau kejadian.

Paparan lengkapnya tentang “Kecerdasan Buatan Dan Sunnahtullah” dapat di baca di file PDF.

Hukum Kekekalan Massa (Energi)

oleh H. Hendri Tanjung, Ph.D

Wikipedia memberikan contoh kekekalan massa dengan sederhana. Jika hidrogen dan oksigen dibentuk dari 36 gram air, maka jika reaksi berlangsung hingga seluruh air habis, akan diperoleh massa campuran produk hydrogen dan oksigen sebesar 36 gram. Bila reaksi masih menyisakan air, maka massa campuran hydrogen, oksigen dan air yang tidak bereaksi, tetap sebesar 36 gram. Sehingga Hukum kekekalan massa dapat dipahami sebagai berikut: massa dari suatu system tertutup akan konstan meskipun terjadi berbagai macam proses dalam sistem tersebut. Dengan kata lain, massa zat sebelum dan sesudah reaksi kimia akan sama (konstan) dalam system tertutup. Berdasarkan ilmu relativitas sosial, kekekalan massa adalah pernyataan dari kekekalan energi. Massa partikel yang tetap dalam suatu sistem, ekuivalen dengan energi momentum pusatnya. Continue reading “Hukum Kekekalan Massa (Energi)”

Wakaf Yang Menggetarkan

oleh : H. Hendri Tanjung, Ph.D

Apa yang pembaca rasakan ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya? Apalagi ketika sampai di syair “Indonesia Raya, Merdeka, merdeka. Tanahku Negeriku yang Kucinta. Indonesia Raya, Meredeka, Merdeka. Hiduplah Indonesia Raya”. Terasa begitu menggetarkan. Semangat penuh untuk menjaga dan memelihara kemerdekaan yang merupakan rahmat Allah SWT. Padahal lagu ini ditulis syairnya oleh Wage Rudolf Supratman 21 tahun sebelum Indonesia Merdeka, tepatnya tahun 1924. Artinya, Supratman membuat syair lagu ini untuk memompa semangat Indonesia merdeka. Continue reading “Wakaf Yang Menggetarkan”